SEJARAH 14 PEJUANG TOKOH BESAR KEMERDEKAAN INDONESIA

Tanpa kehadiran para pejuang dan pahlawan revolusi, belum tentu warga Indonesia menghirup udara segar. Nama – nama mereka sangat layak diabadikan untuk dikenang selamanya. Menurut catatan sejarah, mereka rela mati demi mempertahankan dan menjaga nama baik bangsa. Dan siapa saja mereka Berikut uraian lengkapnya!

1. Sultan Hasanuddin (1631)
Sultan Hasanudin (Sumber : id.wikipedia.org)

Sultan Hasanuddin merupakan pahlawan Nasional yang lahir pada tahun 1631 di Makassar, Sulawesi Selatan. Merupakan keturunan Sultan Malikusaid, dimana sejak menduduki Kesultanan Kerajaan Gowa, dia memberantas perlawanan Belanda dengan menggabungkan sejumlah kerajaan Timur. Pada tahun 1669, masa kejayaannya terhenti lantaran Belanda dan bala tentara Batavia menembus tembok pertahaan Gowa. Dan Sultan Hasanuddin wafat pada 12 Juni 1670.

2. Imam Bonjol (1772)
Imam Bonjol (Sumber : id.wikipedia.org)

Peto Syarif atau dikenal dengan sebutan Tuanku Imam Bonjol merupakan sosok ulama pemberani yang lahir tahun 1772 di Tanjung Bunga, Sumatra Barat. Dia dan kaum beragama menentang keras keberadaan Belanda. Bersama kaum Paderi, Ia berhasil menyingkirkan kekuasaan Belanda sejak 1803 hingga 1838. Akan tetapi Belanda melakukan pembalasan yang menyebabkan dirinya menghembuskan nafas terakhir pada 06 November 1864.

3. Kapitan Pattimura (1783)
Kapitan Pattimura (Sumber : galamedia.pikiran-rakyat.com)

Thomas Matulessy atau Kapitan Pattimura adalah pahlawan kelahiran Ambon, Maluku pada tahun 1783. Pihaknya tidak rela lantaran Belanda mengambil alih kekuasaan seluruh Maluku dengan cara menindas rakyat jelata, menguras kekayaan alam hingga melancarkan aksi kerja paksa. Pattimura meminta bantuan kerajaan Tidore dan Ternate untuk melawan tentara sekutu. Namun pada 16 Desember 1817, Kapitan Pattimura tertangkap dan dihukum mati.

4. Pangeran Diponegoro (1785)
Pangeran Diponegoro (Sumber : id.wikipedia.org)

Memiliki nama kecil Raden Mas Ontowiryo, Pangeran Diponegoro merupakan putra sulung Sultan Hamengkubuwono III yang lahir tahun 1785 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Perang Diponegoro menjadi terkenal sejak menggagalkan anarkisme pasukan Belanda pada 1825 sampai 1830. Namun kelicikan Belanda mengundang Pangeran Diponegoro berhasil membuatnya tertangkap di Magelang hingga meninggal dunia pada 08 Januari 1885.

5. Cut Nyak Dien (1848)
Cut Nyak Dien (Sumber : id.wikipedia.org)

Cut Nyak Dien ialah sosok wanita terbaik Indonesia yang lahir tahun 1848 di Banda Aceh. Selama perang Aceh, Belanda seakan – akan tidak berkutik untuk menembus tanah kelahirannya. Dirinya bersiasat untuk membalaskan dendam suaminya atas penindasan tentara sekutu. Akan tetapi perjuangannya terhenti sejak gabungan tentara Belanda berhasil menyekapnya lalu menghabisinya pada 06 November 1908 di Sumedang.

6. Raden Ajeng Kartini (1879)
Raden Ajeng Kartini (Sumber : id.wikipedia.org)

Raden Ajeng Kartini (RA Kartini) lahir pada 21 April 1879 di Jepara. Ia merupakan sosok wanita yang mampu menyetarakan status sosial dan hak perempuan yang dikenal dengan istilah feminisme. Atas perjuangannya, telah banyak muncul sekolah Kartini di berbagai Kota Indonesia. Namun sosok beliau harus berakhir pada 17 September 1904 di Rembang.

7. Haji Agus Salim (1884)
Haji Agus Salim (Sumber : id.wikipedia.org)

Haji Agus Salim adalah sosok ulama besar yang lahir di Kota Gadang, 08 Oktober 1884. Dalam kehidupannya, Sang Kiayi memiliki peranan penting untuk mengawal Organisasi Islam di Indonesia mulai dari pemimpin surat kabar, anggota PPKI dan masih banyak lagi. Hingga akhirnya Ia dijuluki diplomat ulung untuk memajukan nama bangsa. Namun kisah perjalanannya berakhir pada 04 November 1954 di Jakarta.

8. Dewi Sartika (1884)
Dewi Sartika (Sumber : id.wikipedia.org)

Sosok pahlawan kemerdekaan lainnya adalah Dewi Sartika yang lahir di Cicalengka pada 1884. Ia merupakan pejuang pendidikan di kalangan perempuan. Berlatar belakang keluarga ningrat, Ia pun berhasil mendapatkan segalanya dan mendirikan sekolah khusus kaum wanita pada masa Hindia-Belanda. Masa jayanya berakhir sejak terjadi perang dingin dan Ia pun wafat pada 11 September 1947 di Cinean.

9. Ki Hadjar Dewantara (1889)
Ki Hajar Dewantara (Sumber : id.wikipedia.org)

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Ki Hajar Dewantara memiliki kontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Ia lahir pada tahun 1889 di Yogyakarta dan memulai kisahnya dengan membangun Taman Siswa tahun 1929. Kesuksesannya pun berhasil mencapai puncak dan menjadikannya sebagai Menteri Kebudayaan, Pengajaran dan Pengajaran. Hingga akhirnya meninggal dunia pada 26 April 1959 di daerah asalnya.

10. Ir. Soekarno (1901)
Ir. Soekarno (Sumber : id.wikipedia.org)

Ir. Soekarno atau akrab disapa Bung Karno adalah pria kelahiran Surabaya tahun 1901 yang selalu aktif dalam pergerakan Nasional Indonesia. Berkat kegigihannya, Ia pun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pertama selama 4 Periode (1945-1967). Bung Karno selalu membangkitkan perjuangan bangsa hingga pada akhirnya wafat secara menyedihkan pada 21 Juni 197 di Blitar.

11. Drs. Mohammad Hatta (1902)
Drs. Mohammad Hatta (Sumber : id.wikipedia.org)

Drs. Mohammad Hatta atau Bung Hatta merupakan sosok proklamator Indonesia yang lahir pada 09 Agustus 2902 di Bukittinggi. Dia sukses menjamah segudang peran penting dalam dunia pemerintahan mulai dari RIS, Hatta I hingga Hatta II. Mantan wakil Presiden RI tersebut dikenal sebagai Bapak Koperasi atas prestasi terbaiknya. Namun Ia harus mengakhiri kisah hidupnya pada 14 Maret 1980.

12. Prof. Muhammad Yamin (1903)
Prof. Muhammad Yamin (Sumber : id.wikipedia.org)

Prof. Muhammad Yamin merupakan pria kelahiran Sawahlunto, 28 Agustus 1903 dan sekaligus pencetus Jong Sumatranen Bond. Ia adalah pendiri Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II dan pejuang Pancasila sejati yang selalu memberikan ide konkrit dan falsafah terdalam. Karirnya pun berakhir pada 17 Oktober 1962 di tanah kelahirannya.

13. Sutan Syahrir (1909)
Sutan Syahrir (Sumber : id.wikipedia.org)

Sutan Syahrir merupakan pahlawan kemerdekaan Indonesia yang lahir pada Maret 1909 di Padang Panjang, Sumatra Barat. Sepak terjangnya sukses memanaskan dunia politik hingga berhasil membentuk Pemuda Indonesia. Jasanya pun telah diakui selama kepemimpinan Ir. Soekarno dan Bung hatta lantaran bertugas sebagai Perdana Menteri. Sayangnya Ia menderita sakit parah dan kemudian meninggal dunia pada 09 April 1966 di Kalibata.

14. Jenderal Soedirman (1916)
Jenderal Soedirman (Sumber : id.wikipedia.org)


Dan pahlawan berikutnya adalah Jenderal Soedirman yang lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916. Ia merupakan panglima besar Indonesia yang sukses menghancurkan kedigdayaan penjajah Sekutu, Belanda hingga Jepang. Kontribusinya terhadap perjuangan bangsa sangat luar biasa. Tapi dia harus mengakhiri hidupnya lantara penyakit parah pada 29 Januari 1950 di Magelang.

Dari 14 pejuang disebutkan hanya sebagian kecil, masih bayak pahlawan yang belum tertulis dikarenakan kurangnya informasi sejarah.

Posting Komentar

0 Komentar