Pasti sudah tidak asing dengan sabun atau detergen? kalau belum, silahkan ke kamar mandi, untuk lihat-lihat. Lalu bedakan mana sabun mana detergen. Mesipun mungkin ada yang belum kenal detergen tapi saya yakin semua orang pernah menggunakan sabun, dari bayi pokoknya. Kalau jaman dulu orang mandi cukup berendam di sungai, gosok badan pakai batu, ada juga yang katanya luluran lumpur dan daun-daun tertentu. Ada yang bilang Cleopatra mandinya dengan susu, jauh amat. Tapi zaman ini, semua orang pasti kenal sabun, kalau sedang di dalam perjalanan dan kita lupa bawa di hotel juga di sediakan sabun. Perbedaan utama antara sabun dan detergen adalah fungsinya, kalau sabun biasa buat mandi, dipakai di badan, maka detergen berfungsi untuk pembersih pakaian, juga alat-alat dapur.
Fungsinya berbeda? Kan sama-sama berbuih dan sebagai pembersih itu? Ternyata rumus kiamiannya juga berbeda... Jadi tidak sembarang sabun buat mandi dan detergen buat nyuci. Ternyata karena rumus kimianya berbeda, kecenderungnnya beda, lalu fungsinya berbeda juga. Mari kita bahas satu persatu
Sabun
Sabun adalah surfaktan anionik yang digunakan untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan yang membasahi agen yang menurunkan tegangan permukaan cairan, Sabun terdiri dari natrium atau kalium dari asam lemak atau garam-garam natrium dari asam karboksilat rantai panjang..
Sabun diperoleh dengan mereaksikan minyak umum atau lemak dengan larutan alkali kuat, molekul sabun memiliki kedua ujung hidrofilik dan ujung hidrofobik, hidrofilik akhir larut dalam air, sedangkan ujung hidrofobik melarutkan molekul kotoran dan minyak akibatnya, meskipun air dan minyak tidak bercampur, sabun memungkinkan minyak larut dalam air, yang memungkinkan untuk dibilas dan pergi bareng air bilasan, dengan demikian, sabun memungkinkan air untuk menghilangkan masalah yang biasanya tidak larut oleh Deterjen emulsifikasi, ngomong-ngomong bukti tercatat paling awal untuk penggunaan sabun adalah dari Babel c. 2800 SM
Detergen
Deterjen adalah senyawa sabun seperti yang digunakan dengan tujuan membersihkan. Tersusun aatas garam natrium dari rantai panjang alkil benzena sulfonat asam atau garam natrium dari rantai panjang alkil hidrogen sulfat, sedangkan, sabun adalah garam-garam natrium dari asam karboksilat rantai panjang. Rumus umum sabun dan deterjen adalah:
Deterjen biasanya digunakan sebagai sabun industri, karena kemampuannya yang kuat untuk menghap lemak. Sabun berbeda dari deterjen dalam dalam kasus mantan, kelebihan lemak digunakan untuk mengkonsumsi alkali dan gliserin tidak dihapus, meninggalkan sabun pelembab alami. Secara umum deterjen adalah zat yang memiliki sifat pembersih. Menurut definisi, bahkan air pun bisa disebut deterjen
Sebuah deterjen terdiri dari dua bagian: 1) Bagian hidrofilik (larut air) dan 2) Bagian hidrofobik (larut dalam minyak)
Fungsinya berbeda? Kan sama-sama berbuih dan sebagai pembersih itu? Ternyata rumus kiamiannya juga berbeda... Jadi tidak sembarang sabun buat mandi dan detergen buat nyuci. Ternyata karena rumus kimianya berbeda, kecenderungnnya beda, lalu fungsinya berbeda juga. Mari kita bahas satu persatu
Sabun
Sabun adalah surfaktan anionik yang digunakan untuk mencuci dan membersihkan. Surfaktan yang membasahi agen yang menurunkan tegangan permukaan cairan, Sabun terdiri dari natrium atau kalium dari asam lemak atau garam-garam natrium dari asam karboksilat rantai panjang..
Struktur molekul Sabun |
Detergen
Deterjen adalah senyawa sabun seperti yang digunakan dengan tujuan membersihkan. Tersusun aatas garam natrium dari rantai panjang alkil benzena sulfonat asam atau garam natrium dari rantai panjang alkil hidrogen sulfat, sedangkan, sabun adalah garam-garam natrium dari asam karboksilat rantai panjang. Rumus umum sabun dan deterjen adalah:
Struktur molekul detergen |
Sebuah deterjen terdiri dari dua bagian: 1) Bagian hidrofilik (larut air) dan 2) Bagian hidrofobik (larut dalam minyak)
Bagian Hidrofilik Bagian hidrofilik adalah garam natrium yang mudah larut dalam air. mis -SO3-, -OSO3-, OH-atau NR4. Bagian dari deterjen ini adalah ionik dan tertarik oleh molekul air yang polar.
Bagian Hidrofobik
hidrokarbon bagian hidrofobik ini bersifat non-polar. Bagian hidrofobik tidak larut dalam air tetapi larut dalam minyak. Bagian ini terdiri dari segmen hidrokarbon dan dapat melarutkan minyak atau lemak.
Tentang posesnya mirip seperti sabun,, :)
Read more about sabun, detergen dan pembersihan, atau sabun dan detergen di encyclopedia britanica or sabun dan detergen yang laen lagi yang gambarnya jadi sumber blog ini.
0 Komentar